Wow! Sekarang Media Sosial jadi tempat bisnis Pornografi

Sosial Media adalah tempat seseorang menjalin Hubungan dengan orang lainnya dengan mudah dan cepat melalui Dunia Maya. Secara harfiah media Sosial dapat berarti sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Tahukah anda? saat ini ada hal menarik yang terjadi dengan Media Sosial, apa itu? Media Sosial yang sebelumnya merupakan Tempat seseorang untuk berbagi dan berinteraksi dengan orang lain sekarang beralih fungsi menjadi tempat seseorang untuk berbisnis. Jika Bisnis Tersebut adalah berupa Perdagangan barang dan jasa yang layak dan sesuai Norma maka itu bukanlah hal yang baru dan sangat wajar kami rasa. Tapi, bagaimana jika Bisnis itu Merupakan Jasa Pelayanan Seksual ataupun Konten Pornografi? inilah yang saat ini terjadi dengan media Sosial Kita.

Fenomena Bisnis industri esek – esek (pornografi) ini mulai terkuak di media sosial ketika salah satu Industri Prostitusi yang merupakan salah satu Industri tertua di dunia melakukan aktivitas rahasianya di Sosial Media. Mereka terus mencari jalur rahasia dan celah yang dapat mereka gunakan, Seperti di Twitter misalnya.

“Industri paling tua di dunia kan prostitusi. Dia selalu mencari kanal-kanal untuk masuk. Internet pertama kali muncul, langsung dipakai untuk prostitusi,” kata pemerhati media sosial, Nukman Luthfie.

Menurut Nukman, inovasi baru mereka yang menggunakan Sosial media sangatlah menguntungkan dan dapat mengambil pembeli baru dengan mudah dan cepat. mengapa? karena pengguna Sosial media banyak diantaranya masih awam dengan industri ini sehingga memunculkan keinginan pengguna tersebut untuk membuka Link atau tempat industri Prostitusi itu menjajakan barangnya.

bukan hanya karena alasan di atas. menuru kami alasan lain pelaku Industri tersebut mengambil jalur sosial media adalah karena penggunaannya yang mudah. sehingga mereka pun jeli melihat dan menggunakan kesempatan tersebut di Twitter, facebook, dan media sosial lainnya sebagai saran mereka untuk menjajakan barangnya.

Apakah Pihak pengembang atau pemilik Media Sosial tidak memberi Peraturan tentang hal ini? tentunya mereka sudah memberikan peraturan dan larangan keras terkait konten pornografi. Platform Media Sosial Seperti facebook, Twiiter, maupun Instagram juga memasang berbagai peraturan agar platform mereka digunakan dengan semestinya. Seperti, Usia Minimal para pengguna ada 13 tahun untuk menghindari terjadinya penipuan dan kesiapan pengguna tersebut menggunakan media sosial dan dengan berbagai alasan lainnya. Namun, tetap saja hal ini tergantung dengan penggunanya masing – masing. Masih banyak pengguna Media sosial yang memalsukan identitas mereka.

bagaimana sebenarnya para pelaku prostitusi ini bisa menggunakan Media sosial sebagai sarana pemasaran? mudah saja, mereka  hanya perlu memalsukan identitas mereka seperti yang sudah kami katakan di atas dan mulai melakukan tindakan mereka mendapatkan pembeli / Pengguna. bahkan, tidak jarang kita temukan terjadinya penipuan melalui Sosial media bukan? jadi, Pesan kami adalah untuk lebih berhati – hati dalam menggunakan Sosial media. agar nantinya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan yang membuat anda dirugikan.

About The Author

Reply